Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Dari sekian banyak teori tentang penciptaan alam semesta, Big Bang Theory adalah salah satu yang paling populer dan familiar di pikiran kita.
Ledakan dahsyat atau Dentuman Besar (Inggris : Big Bang) merupakan sebuah peristiwa pembentukan alam semesta, berdasarkan kajian kosmologi tentang bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan teori Dentuman Besar atau Model Dentuman Besar). Dalam Big Bang Theory dikatakan bahwa sebelum alam semesta tercipta, hanya ada sebuah energi panas yang sangat padat. Hingga suatu hari energi panas yang sangat padat tersebut mengembang dan meledak. Satu per satu komponen kehidupan tercipta hingga akhirnya seperti sekarang ini.
George Lemaitre, seorang biarawan Katolik Romawi Belgia, yang mengajukan teori dentuman besar mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba". Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeskripsikan teori dentuman besar dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugesti oleh Lemaitre tahun 1927, pengamatan ini di anggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita : semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antara gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan di masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrim dan berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk percobaan dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel.
Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan seperti kondisi awal, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau diseluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses nuklir didalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.
Fred Hoyle, mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle mendukung model kosmologis alternatif "keadaan tetap" bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif, namun Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakn bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini. Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir.
Setelah penemuan radiasi latar mikrogelombang kosmis pada tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori dentuman besar haruslah pernah terjadi.
Ledakan dahsyat atau Dentuman Besar (Inggris : Big Bang) merupakan sebuah peristiwa pembentukan alam semesta, berdasarkan kajian kosmologi tentang bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan teori Dentuman Besar atau Model Dentuman Besar). Dalam Big Bang Theory dikatakan bahwa sebelum alam semesta tercipta, hanya ada sebuah energi panas yang sangat padat. Hingga suatu hari energi panas yang sangat padat tersebut mengembang dan meledak. Satu per satu komponen kehidupan tercipta hingga akhirnya seperti sekarang ini.
George Lemaitre, seorang biarawan Katolik Romawi Belgia, yang mengajukan teori dentuman besar mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba". Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeskripsikan teori dentuman besar dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugesti oleh Lemaitre tahun 1927, pengamatan ini di anggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita : semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antara gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan di masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrim dan berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk percobaan dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel.
Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan seperti kondisi awal, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau diseluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses nuklir didalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.
Fred Hoyle, mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle mendukung model kosmologis alternatif "keadaan tetap" bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif, namun Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakn bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini. Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir.
Setelah penemuan radiasi latar mikrogelombang kosmis pada tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori dentuman besar haruslah pernah terjadi.
Tubuh tumbuhan terdiri atas kumpulan sel-sel yang mempunyai asal, fungsi, serta struktur yang sama dan disebut sebagai jaringan. Berdasarkan perkembangannya, jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi jaringan embrional (muda) dan jaringan dewasa. Jaringan dewasa merupakan perkembangan dari jaringan embrional yang mengalami differensiasi struktur maupun fungsi. Jaringan meristem merupakan jaringan embrional yang terdapat pada tumbuhan. Sedangkan jaringan dewasa terdiri dari jaringan-jaringan yang membentuk sistem jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan pengangkut dan idioblas.
1. Meristem
Meristem yaitu jaringan-jaringan muda yang berhubungan dengan pembentukan sel-sel baru. Istilah meristem menunjukkan aktivitas pembelahan sel pada jaringan. Jaringan meristem biasanya tersusun oleh sel-sel yang msih embrional, yaitu sel-sel yang masih aktif mengadakan pembelahan. Sifat-sifat dari meristem yaitu : selnya masih kecil, berdinding tipis, dinding terdiri dari zat pektin, selnya kaya akan plasma, vakuola kecil-kecil dan banyak, bentuk sel pada umumnya ke segala arah sama. Menurut tempat dan asalnya meristem dibedakan atas: meristem primer dan meristem sekunder.
a. Meristem primer, berasal dari pembelahan sel-sel lembaga. Jaringan ini biasanya terdapat pada ujung batang atau ujung akar. Titik tumbuh ini disebut titik tumbuh apikal, yang menyebabkan tumbuhan mampu mengadakan pertumbuhan memanjang.
b. Meristem sekunder, berasal dari bentukan baru sel-sel dewasa yang menjadi embrional lagi. Sel-selnya berbentuk prisma yang memanjang dan pipih dengan vakuola yang besar tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. Meristem sekunder dapat berupa kambium dan kambium gabus (felogen). Kambium merupakan meristem sekunder yang membentuk berkas pengangkut (xilem dan floem), jari-jari empulur maupun parenkim sekunder. Bentuk sel pipih, prismatis agak memanjang, berdinding tipis, tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. Pembelahan sel secara periklinal akan membentuk xilem dan floem sekunder, dapat pula membentuk jari-jari empulur atau parenkim sekunder. Pembelahan sel secara antiklinal akan membentuk sel initial baru. Kambium gabus (felogen) merupakan meristem sekunder yang membentuk jaringan gabus sekunder, terdapat umum pada tumbuhan yang mengalami penebalan sekunder. Felogen bersifat dipleuris, karena ke arah luar membentuk felem (sel-sel gabus sekunder) dan ke arah dalam membentuk feloderm (parenkim gabus). Kambium maupun kambium gabus disebut juga sebagai meristem lateral karena terletak lateral pada batang atau akar, yaitu sejajar dengan permukaan sisi organ tempat terdapatnya.
2. Epidermis
Epidermis adalah sistem sel-sel yang bervariasi struktur dan fungsinya yang menutupi tubuh tumbuhan primer (daun, bunga, buah, biji, batang dan akar yang belum mengalami pertumbuhan sekunder).
Epidermis spermatophyta pada umumnya terdiri dari satu lapis sel dan lapisan ini berbeda dengan jaringan dasar yang ada disebelah dalamnya. Bentuk, ukuran serta susunan sel-sel epidermis sangat bervariasi. Pada epidermis daun terdapat alat-alat tambahan yang disebut derivat epidermis, misalnya rambut daun atau sisik daun (trikoma), mulut daun (stomata) dan sel kipas yang biasanya terdapat pada Poaceae.
3. Parenkim
Parenkim sering disebut sebagai jaringan dasar, tidak mempunyai tugas tertentu. Bentuk sel parenkim dapat bermacam-macam, antara lain : isodiametris, memanjang, silindris, atau bentuk-bentuk lain, sesuai dengan fungsinya. Dinding sel parenkim pada umumnya tipis atau sedikit menebal, terdiri dari lamela hidrat arang yang elastis tetapi ada pula yang mengandung lignin.
Diantara sel-sel parenkim terdapat ruang-ruang antar sel.
Jaringan parenkim dapat bersifat primer atau sekunder. Menurut fungsinya, jaringan parenkim dapat dibedakan menjadi : parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air, parenkim pengangkut, dll.
4. Kolenkim dan Sklerenkim
Kolenkim dan sklerenkim merupakan suatu sistem jaringan penguat (mekanik) pada tumbuhan.
Kolenkim adalah suatu jaringan hidup yang tersusun oleh sel-sel yang kurang lebih bentuknya memanjang dan memiliki dinding yang penebalannya tidak teratur, hanya memiliki dinding primer, lunak, lentur dan tidak berlignin. Isi sel dapat mengandund kloroplas dan tanin.
Jaringan ini dapat dijumpai pada batang, daun, serta bagia-bagian bunga dan buah.
Sklerenkim memiliki dinding sekunder yang tebal, umumnya terdiri dari zat lignin dan sel-selnya bersifat plastis yang tidak lagi mengandung protoplas (selnya telah mati dengan dinding sel tebal). Jaringan ini banyak dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
5. Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain seperti serabut dan parenkim xilem, sedangkan floem tersusun dari buluh tapisan, sel pengiring, sel albumin (Gymnospermae) dan parenkim floem.
Unsur trakeal terdiri dari 2 macam sel yaitu trakea dan trakeida, bentuk selnya memanjang, tidak mengandung protoplas (barsifat mati), dinding sel berlignin, dan mempunyai macam-macam noktah. Trakea terdiri dari deretan sel yang tersusun memanjang dengan ujung yang berlubang dan bersambungan pada ujung dan pangkalnya, sedangkan trakeida merupakan sel panjang dengan ujung yang runcing tanpa adanya lubang. Bagian trakea yang berlubang diebut lubang perforasi. Serat xilem merupakan sel panjang dengan dinding sekunder yang biasanya berlignin, dapat dibedakan menjadi serat trakeiddan serat libiform. Serat libiform lebih panjang dan dinding selnya lebih tebal daripada serat trakeid. Parenkim xilem tersusun dari sel-sel yang masih hidup, dapat berupa parenkim primer dan parenkim sekunder.
Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel yang bersifat hidup dan mati. Ciri khas dari unsur tapis adalah sel-selnya panjang dengan ujungnya meruncing dibidang tangensial dan membulat pada bidang radial, terdapat daerah tapis yaitu daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung pada dinding sel yang berpori serta inti el telah hilang dari protoplas. Sel pengiring merupakan sel jari-jari empulur dan sel parenkim buluh tapis yang kaya akan zat putih telur, terdapat pada Gymnospermae. Parenkim floem merupakan jaringan parenkim biasa yang terletak pada bagian buluh tapis dan bersifat hidup.
6. Idioblas
Idioblas dalam jaringan tumbuhan dapat berupa alat sekresi dan kelenjar. Alat sekresi merupakan sekumpulan sel yang berfungsi sebagai penghasil zat-zat, dimana zat-zat ini tidak dikeluarkan oleh sel-sel yang bersangkutan. Alat sekresi dapat berupa saluran getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, sel-sel zat penyamak, sel-sel mirosin dn sel-sel zat kristal.
Kelenjar merupakan sekumpulan sel yang menghasilkan suatu zat dimana zat tersebut dikeluarkan dari sel penghasilnya. Selnya bersifat hidup sampai dewasa dan bentuknya hampir sama dengan sel parenkim. Ada beberapa macam kelenjar pada tumbuhan, antara lain kelenjar epitel, apabila sel-selnya berdampingan satu dengan lainnya sehingga merupakan suatu lapisan sel. Kelenjar rambut dapat dijumpai pada permukaan organ (epidermis) terdiri dari satu sel atau banyak sel. Kelenjar ini disebut koleter dan zat yang dihasilkan disebut blastokola. Nektaria merupakan kelenjar yang banyak menghasilkan nektar atau madu.
Meristem yaitu jaringan-jaringan muda yang berhubungan dengan pembentukan sel-sel baru. Istilah meristem menunjukkan aktivitas pembelahan sel pada jaringan. Jaringan meristem biasanya tersusun oleh sel-sel yang msih embrional, yaitu sel-sel yang masih aktif mengadakan pembelahan. Sifat-sifat dari meristem yaitu : selnya masih kecil, berdinding tipis, dinding terdiri dari zat pektin, selnya kaya akan plasma, vakuola kecil-kecil dan banyak, bentuk sel pada umumnya ke segala arah sama. Menurut tempat dan asalnya meristem dibedakan atas: meristem primer dan meristem sekunder.
a. Meristem primer, berasal dari pembelahan sel-sel lembaga. Jaringan ini biasanya terdapat pada ujung batang atau ujung akar. Titik tumbuh ini disebut titik tumbuh apikal, yang menyebabkan tumbuhan mampu mengadakan pertumbuhan memanjang.
b. Meristem sekunder, berasal dari bentukan baru sel-sel dewasa yang menjadi embrional lagi. Sel-selnya berbentuk prisma yang memanjang dan pipih dengan vakuola yang besar tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. Meristem sekunder dapat berupa kambium dan kambium gabus (felogen). Kambium merupakan meristem sekunder yang membentuk berkas pengangkut (xilem dan floem), jari-jari empulur maupun parenkim sekunder. Bentuk sel pipih, prismatis agak memanjang, berdinding tipis, tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. Pembelahan sel secara periklinal akan membentuk xilem dan floem sekunder, dapat pula membentuk jari-jari empulur atau parenkim sekunder. Pembelahan sel secara antiklinal akan membentuk sel initial baru. Kambium gabus (felogen) merupakan meristem sekunder yang membentuk jaringan gabus sekunder, terdapat umum pada tumbuhan yang mengalami penebalan sekunder. Felogen bersifat dipleuris, karena ke arah luar membentuk felem (sel-sel gabus sekunder) dan ke arah dalam membentuk feloderm (parenkim gabus). Kambium maupun kambium gabus disebut juga sebagai meristem lateral karena terletak lateral pada batang atau akar, yaitu sejajar dengan permukaan sisi organ tempat terdapatnya.
2. Epidermis
Epidermis adalah sistem sel-sel yang bervariasi struktur dan fungsinya yang menutupi tubuh tumbuhan primer (daun, bunga, buah, biji, batang dan akar yang belum mengalami pertumbuhan sekunder).
Epidermis spermatophyta pada umumnya terdiri dari satu lapis sel dan lapisan ini berbeda dengan jaringan dasar yang ada disebelah dalamnya. Bentuk, ukuran serta susunan sel-sel epidermis sangat bervariasi. Pada epidermis daun terdapat alat-alat tambahan yang disebut derivat epidermis, misalnya rambut daun atau sisik daun (trikoma), mulut daun (stomata) dan sel kipas yang biasanya terdapat pada Poaceae.
3. Parenkim
Parenkim sering disebut sebagai jaringan dasar, tidak mempunyai tugas tertentu. Bentuk sel parenkim dapat bermacam-macam, antara lain : isodiametris, memanjang, silindris, atau bentuk-bentuk lain, sesuai dengan fungsinya. Dinding sel parenkim pada umumnya tipis atau sedikit menebal, terdiri dari lamela hidrat arang yang elastis tetapi ada pula yang mengandung lignin.
Diantara sel-sel parenkim terdapat ruang-ruang antar sel.
Jaringan parenkim dapat bersifat primer atau sekunder. Menurut fungsinya, jaringan parenkim dapat dibedakan menjadi : parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air, parenkim pengangkut, dll.
4. Kolenkim dan Sklerenkim
Kolenkim dan sklerenkim merupakan suatu sistem jaringan penguat (mekanik) pada tumbuhan.
Kolenkim adalah suatu jaringan hidup yang tersusun oleh sel-sel yang kurang lebih bentuknya memanjang dan memiliki dinding yang penebalannya tidak teratur, hanya memiliki dinding primer, lunak, lentur dan tidak berlignin. Isi sel dapat mengandund kloroplas dan tanin.
Jaringan ini dapat dijumpai pada batang, daun, serta bagia-bagian bunga dan buah.
Sklerenkim memiliki dinding sekunder yang tebal, umumnya terdiri dari zat lignin dan sel-selnya bersifat plastis yang tidak lagi mengandung protoplas (selnya telah mati dengan dinding sel tebal). Jaringan ini banyak dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
5. Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xilem dan floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain seperti serabut dan parenkim xilem, sedangkan floem tersusun dari buluh tapisan, sel pengiring, sel albumin (Gymnospermae) dan parenkim floem.
Unsur trakeal terdiri dari 2 macam sel yaitu trakea dan trakeida, bentuk selnya memanjang, tidak mengandung protoplas (barsifat mati), dinding sel berlignin, dan mempunyai macam-macam noktah. Trakea terdiri dari deretan sel yang tersusun memanjang dengan ujung yang berlubang dan bersambungan pada ujung dan pangkalnya, sedangkan trakeida merupakan sel panjang dengan ujung yang runcing tanpa adanya lubang. Bagian trakea yang berlubang diebut lubang perforasi. Serat xilem merupakan sel panjang dengan dinding sekunder yang biasanya berlignin, dapat dibedakan menjadi serat trakeiddan serat libiform. Serat libiform lebih panjang dan dinding selnya lebih tebal daripada serat trakeid. Parenkim xilem tersusun dari sel-sel yang masih hidup, dapat berupa parenkim primer dan parenkim sekunder.
Floem tersusun dari berbagai macam bentuk sel yang bersifat hidup dan mati. Ciri khas dari unsur tapis adalah sel-selnya panjang dengan ujungnya meruncing dibidang tangensial dan membulat pada bidang radial, terdapat daerah tapis yaitu daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung pada dinding sel yang berpori serta inti el telah hilang dari protoplas. Sel pengiring merupakan sel jari-jari empulur dan sel parenkim buluh tapis yang kaya akan zat putih telur, terdapat pada Gymnospermae. Parenkim floem merupakan jaringan parenkim biasa yang terletak pada bagian buluh tapis dan bersifat hidup.
6. Idioblas
Idioblas dalam jaringan tumbuhan dapat berupa alat sekresi dan kelenjar. Alat sekresi merupakan sekumpulan sel yang berfungsi sebagai penghasil zat-zat, dimana zat-zat ini tidak dikeluarkan oleh sel-sel yang bersangkutan. Alat sekresi dapat berupa saluran getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, sel-sel zat penyamak, sel-sel mirosin dn sel-sel zat kristal.
Kelenjar merupakan sekumpulan sel yang menghasilkan suatu zat dimana zat tersebut dikeluarkan dari sel penghasilnya. Selnya bersifat hidup sampai dewasa dan bentuknya hampir sama dengan sel parenkim. Ada beberapa macam kelenjar pada tumbuhan, antara lain kelenjar epitel, apabila sel-selnya berdampingan satu dengan lainnya sehingga merupakan suatu lapisan sel. Kelenjar rambut dapat dijumpai pada permukaan organ (epidermis) terdiri dari satu sel atau banyak sel. Kelenjar ini disebut koleter dan zat yang dihasilkan disebut blastokola. Nektaria merupakan kelenjar yang banyak menghasilkan nektar atau madu.
>> Struktur anatomi batang dikotil mirip dengan akar, terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele).
a. Epidermis
Epidermis batang umumnya terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang antar sel, dan mempunyai kutikula.
b. Korteks
- Tersusun atas sel-sel parenkim berdinding tipis.
- Letak sel parenkim tidak teratur dan mempunyai banyak ruang antar sel.
- Dalam korteks terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi menyokong dan memperkuat batang.
- Batang muda mempunyai banyak kolenkim sebagai penyokong dan terdapat klorofil untuk fotosintesis.
- Pada batang tua, kolenkim akan diganti sklerenkim dan tidak ada klorofil.
Lapisan endodermis pada batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks.
d. Silinder Pusat (Stele)
- Letak sebelah dalam korteks
- Dalam stele terdapat zat-zat parenkim dan berkas pengangkut (xilem dan floem)
- Tidak mempunyai kambium
- Pertumbuhannya terbatas
- Ikatan pembuluh dengan tipe kolatral tertutup
- Memiliki empulur dan sklerenkim
- Epidermis dengan stomata dan bulu-bulu akar
> Batang dikotil
- Berkas pengangkut letaknya beraturan membentuk lingkaran. Xilem disebelah dalam floem.
- Terdapat kambium pembelahan . Kambium keluar membentuk floem sekunder dan kearah dalam membentuk xilem sekunder, karena aktivitas kambium ini, batang dikotil bertambah besar > Batang monokotil
- Batang pembuluh tersebar tidak teratur
- Tidak mempunyai kambium, batang monokotil tidak dapat bertambah besar.
- Tempat lintasan makanan dan air
- Penyokong tumbuhan
- Penyimpan sebagian hasil fotosintesis
- Pembentuk tubuh tumbuhan seperti daun, tunas dan bunga
- Alat reproduksi vegetatif
- Memberikan bantuk tubuh tumbuhan
Batang berkayu memiliki kambium. Kambium mengalami dua arah pertumbuhan, yaitu ke arah dalam dan ke arah luar. Kearah dalam, kambium membentuk kayu, sedangkan kearah luar kambium membentuk kulit. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini adalah jati, mangga dan mranti. Tumbuhan batang rumput memiliki ruas-ruas dan umumnya berongga. Batang jenis ini mudah patah dan tumbuhannya tidak sebesar batang berkayu. Misalnya tanaman padi, jagung dan rumput. Tumbuhan batang basah memiliki batang yang lunak dan berair. Misalnya tumbuhan baya & patah tulang.
Fungsi batang
Umumnya warna batang muda adalah hijau muda, sedangkan warna batang yang telah tua adalah kecokelat-cokelatan. Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan, antara lain sebagai penopang, pengangukut air dan zat-zat makanan, penyimpanan cadangan makanan, serta sebagai alat perkembang biakan.
a. Penopang
Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya.
b. Pengangkut
Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
c. Penyimpanan
Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Cadangan makan disini juga berwujud air, misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Cadangan makanan ini akan digunakan saat diperlukan.
d. Alat Perkembang biakan
Batang juga berfungsi sebagai alat perkembang biakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan, menggunakan batang.
Bagi manusia, batang tumbuhan yang membentuk kayu dapat dimanfaatkan antara lain untuk membuat perabot rumah tangga, contohnya batang pohon jati, untuk bahan makanan, Contohnya sagu, asparagus;untuk bahan industri; contohnya tebu dan bambu.
Singkatnya fungsi batang :
Beberapa reaksi kimia didalam tubuh mahluk hidup terjadi sangat cepat. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Bila zat ini tidak ada maka proses-proses tersebut akan terjadi lambat atau tidak berlangsung sama sekali. Zat tersebut di kenal dengan nama fermen/enzim.
Menurut Kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Menurut Mayrback (1952), enzim adalah senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi kimia dalam sel da jaringan mahluk hidup. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ENZIM adalah biokatalisator, yamh artinya senyawa organik berupa protein bermolekul besar yang dapat mempercepat jalannya reaksi-reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia.
Kebanyakan enzim yang terdapat didalam alat-alat atau organ-organ organisme hidup berupa larutan koloidal dalam cairan tubuh, seperti air ludah, darah, cairan lambung dan cairan pangkreas.
Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino sehingga pembentukannya akan mengalami hambatan jika sumber bahan baku ini berkurang.
Beberapa enzim, seperti pepsin, tripsin dan kimotripsin yang hanya terdiri atas satu rantai polipeptida disebut enzim monomerik. Enzim lain, seperti heksokinase, laktat dehidrogenase, endase dan piruvat kinase yang terdiri atas dua atau lebih rantai polipeptida disebut enzim oligomerik.
Seperti protein, enzim dapat mengalami denaturasi, misalnya akibat pengaruh pemanasan, gelombang ultrasonik dan radiasi ultraviolet atau pengaruh penambahan asam, basa dan pelarut organik tertentu. Denaturasi ini menyebabkan enzim menjadi tidak aktif atau tidak dapat bekerja.
Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga, seng atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam.
Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut haloenzim, tapi ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prostetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas kita sebut koenzim, yang aktif seperti halnya gugus prostetik. Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin (misal : vitamin B1,B2,B6, oniasindan biotin).
Karena enzim itu suatu protein, konsekuensinya karakteristik biokimia enzim sama seperti karakteristik protein, yang disintesis oleh sel memerlukan DNA, bila rusak oleh lingkungan yang tidak mendukung seperti akibat suhu dan pH enzim dapat menurunkan barier energi aktivasi, sehingga reaksi dapat berlangsung dalam kondisi normal yang ada pada sel hidup. Enzim dapat mempercepat tingkat reaksi yang sebenarnya terjadi, tapi jauh lebih lambat.
Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino sehingga pembentukannya akan mengalami hambatan jika sumber bahan baku ini berkurang.
Beberapa enzim, seperti pepsin, tripsin dan kimotripsin yang hanya terdiri atas satu rantai polipeptida disebut enzim monomerik. Enzim lain, seperti heksokinase, laktat dehidrogenase, endase dan piruvat kinase yang terdiri atas dua atau lebih rantai polipeptida disebut enzim oligomerik.
Seperti protein, enzim dapat mengalami denaturasi, misalnya akibat pengaruh pemanasan, gelombang ultrasonik dan radiasi ultraviolet atau pengaruh penambahan asam, basa dan pelarut organik tertentu. Denaturasi ini menyebabkan enzim menjadi tidak aktif atau tidak dapat bekerja.
Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga, seng atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam.
Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut haloenzim, tapi ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prostetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas kita sebut koenzim, yang aktif seperti halnya gugus prostetik. Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin (misal : vitamin B1,B2,B6, oniasindan biotin).
Karena enzim itu suatu protein, konsekuensinya karakteristik biokimia enzim sama seperti karakteristik protein, yang disintesis oleh sel memerlukan DNA, bila rusak oleh lingkungan yang tidak mendukung seperti akibat suhu dan pH enzim dapat menurunkan barier energi aktivasi, sehingga reaksi dapat berlangsung dalam kondisi normal yang ada pada sel hidup. Enzim dapat mempercepat tingkat reaksi yang sebenarnya terjadi, tapi jauh lebih lambat.
![]() |
Kembang sepatu adalah tanaman semak yang berasal dari Asia Timur dan banyak di tanam sebagai tanaman hias didaerah tropis & subtropis.
Bunganya besar dan tidak mempunyai bau/wangi.
Berbagai varietas dan hibrid telah dihasilkan dengan warna bunga dari putih, kuning, oranye, merah muda, merah, dan ungu dengan kelopak tunggal dan berganda.
Tanaman ini berkembang biak secara secara vegetatif dengan cara stek, pencangkokan dan penempelan.
Bunganya mengandung hibiscetin, sedangkan batang dan daunnya mengandung kalsium oksalat, peroksidase, lemak dan protein.
Berikut penjelasan detailnya.... (semoga saja beneran detail.:D )
A. Nama Tanaman
- Sumatera : Bungong Roja (Aceh), Bunga-Bunga (Batak Karo), Soma Soma (Nias), Bekeju (Mentawai)
- Jawa : Kembang Sepatu (Betawi), Kembang Wera (Sunda), Bunga Rebong (Madura)
- Bali : Waribang
- Nusa Tenggara : Embuhanga (Sangir), Bunga Cepatu (Timor)
- Sulawesi : Ulange (Gorontalo), Bunga Sepatu (Makasar)
- Divisi : Spermatophyta
- Sub Divisi : Angiospermae
- Kelas : Dicotyledonae
- Ordo : Malvales
- Famili : Malvaceae
- Genus : Hibiscus
- Spesies : Hibiscus rosa sinensis L.
- Hibitus : Perdu, tahunan, tegak, tinggi kurang lebih 3 m
- Batang : Bulat, berkayu, keras, diameter kurang lebih 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor
- Daun : Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumbuh panjang 10--16 cm, lebar 5--11 cm, hijau muda, hijau
- Bunga : Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari 15--20 daun mahkota, merah muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung, merah
- Buah : Kecil, lonjong, diameter kurang lebih 4 mm, masih muda putih setalah tua coklat
- Biji : Pipih, putih
- Akar: Tunggang, coklat muda
Daun, bunga dan akar Hibiscus rosa sinensis mengandung flavonoida. Disamping itu daunnya juga mengandung saponin dan polifenol, bunga mengandung polifenol, akarnya juga mengandung tanin, saponin, skopoletin cleomiscosin A dan cleomiscosin C
E. Kegunaan Dan Khasiat
Daun kembang sepatu berkhasiat sebagai obat demam pada anak-anak, obat batuk, dan obat sariawan. Oleh masyarakat Nigeria, daun H. rosa sinensis digunakan sebagai penambah vitalitas pria (aprodisiaka). Ekstrak etandik daun tanaman ini memberikan efek anabolik dengan ditandai adanya peningkatan berat badan tikus (22%) serta bobot testis, epididymis, seminal vesicle dan prostate. Ekstrak etanolik bunga tanaman ini juga di laporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah total dan serum trigliserida (20--30%) serta meningkatkan level HDL hingga 12% dan menurunkan kadar gula darah.
1. Dinding sel
- Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan
- Dinding sel tersusun atas selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan dan untuk mengekalkan bentuk sel
- Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan diluar dengan bahan didalam sel
- Dinding sel terdiri dari selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg
- Memberi bentuk sel
- Melindungi bagian sebelah dalam dan mengatur transportasi zat
- Menyokong tumbuhan yang tidaka berkayu
2. Nukleus
- Merupakan inti dari sel, berbentuk bulat, dibatasi oleh membran sehingga cairan sel bisa keluar masuk
- Secara kimia terdiri dari DNA, RNA dan protein (histon)
- Dalam nukleus terdapat kromosom yang berfungsi untuk pembelahan sel
- Mengendalikan metabolisme sel
- Tempat penggandaan dan transkripsi DNA
- Pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi genetik
- Benda bulat berbentuk tongkat mempunyai 2 lapis membran
- Ukurannya 0,2--5 micrometer
- Jumlahnya dalam sel berbeda-beda
- Terdapat pada sel saraf dan sel otot
- Respirasi seluler menghasilkan energi melalui metabolisme aerob
- Lapisan didalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan krista
- Mengandung enzim-enzim yang melakukan oksidasi makanan dan mensintesa ATP untuk energi pada sel
- Tempat terjadinya respirasi sel menghasilkan energi
- Bagian paling kecil yang tersuspensi/tersebar di dlama sitoplasma
- Terdapat dalam sel hati kurang lebih 25%
- Ada yang melekat di RE (sehingga menjadikan RE tersebut dinamakan RE kasar dan ada pula yang soliter)
- Mensintesa protein, protein yang baru di sintesa dikemas dalam satu organel yang dibatasi membran
- Berbentuk tabung pipih berpasang-pasangan
- Terbagi dua : 1. RE kasar > retikulum yang pada membrannya menempel ribosom, berfungsi
untuk sintesa protein
2. RE halus > tanpa ribosom, berfungsi mensintesa lemak, fosfolipid dan steroid - Struktur RE hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron
- Sebagai alat transportasi zat-zat didalam sel itu sendiri
- Terdapat pada semua sel tumbuhan dan hewan
- Berbentuk setumpuk saku pipih berkelok-kelok yang dibatasi membran
- Di hasilkan oleh RE halus
- Pada sel tumbuhan badan golgi disebut diktiosom
- Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekresi sel
- Memodifikasi protein dengan menambahkan oligosakarida
- Membentuk lisosom
- Untuk sekresi pada mukosa
- Berbentuk bulat, yang dibatasi oleh membran tunggal
- Dihasilkan oleh apparat golgi yang penuh dengan protein
- Mempunyai enzim hidrolitik untuk pencernaan polisakarida, lipid, asam nukleat & protein
- Salah satu enzimnya yaitu Lisozym
- Berperan penting dalam matinya sel
- Mencerna makromolekul secara intraseluler
- Sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler
- Mencerna materi yang di ambil secara endositosis
- Menghancurkan organel sel lain yang sudah tidak berfungsi
- Menghancurkan selnya sendiri (autolisis)
- Terdapat dalam sitoplasma pada permukaan luar nukleus, yang terdiri dari sebaris silinder sebanyak 9 mikrotubuli
- Sebelum sel membelah, sentriol akan berduplikasi untuk membentuk benda basal, silia, dan flagela
- Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (mitosis maupun meiosis)
- Mengatur pembelahan sel dan pemisahan kromosom selama pembelahan sel pada hewan
- Mensintesis mikrotubul silia dan flagela
- Menghasilkan gelendong pada sel hewan
- Sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis
- Tersusun atas karbohidrat, protein dan lemak
- Pelindung bagi sel agar sel tidak keluar
- Pengatur pertukaran zat yang keluar masuk ke dalam sel
- Melakukan seleksi dalam atau luar sel (selektif permeabel)
- Merupakan cairan sel dalam sel (sitosol)
- Didalamnya terdapat berbagai organel sel
- Sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel
- Berisi garam-garam organik, glikosida, tanin (zat penyamak), minyak eteris, alkaloid, enzim, butir-butir pati
- Sebagai pengatur tekanan turgor
- Tempat menyimpan cadangan makanan, pigmen, minyak astiri dan sisa metabolisme
- Mengandung pigmen dan menyimpan makanan
- Memiliki membran rangkap, berkembang dari proplastida di daerah meristematik
- Macam-macam plastida : > Leukoplas : tidak berwarna sebagai gudang simpanan makanan, amiloplas (berisi amilum), proteinoplas (protein), elailoplas (berisi minyak dan lemak)
> Kloroplas : berwarna hijau, mengandung klorofil, pigmen karotenoid, berfungsi untuk fotosintesis
> Kromoplas : berwarna merah/kuning, mengandung karotenoid (karoten dan xantofil), non fotosintesis
- Bentuk dan ukuran sama seperti lisosom
- Mengandung enzim, terutama katalase, yang mengkatalisisr perombakan H2O2 yang berbahaya pada metabolisme
- Merubah lemak menjadi karbohidrat
- Menghasilkan enzim oksidatif untuk membentuk H2O2 untuk merombak lemak
- Menghasilkan enzim katalase untuk mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2
- Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel, terdapat pada hewan dan tumbuh-tumbuhan
- Membentuk protein tubulin
- Penyusun spindel, sentriol, silia & flagela
- Berperan penting dalam pembelahan sel
- Berbentuk serat tipis panjang, penampang 5--6 micrometer
- Terdiri dari protein aktin dan miosin (contohnya pada otot)
- Berfungsi pada pergerakan sel sewaktu terjadi pembelahan, sitoplasma dan kontraksi otot





